Kalau biasanya novel thriller bikin deg-degan karena pembunuhan atau plot twist dadakan, The Mortician justru datang dengan vibe yang lebih disturbing. Novel karya Ririn Ayu ini ngajak pembaca masuk ke dunia Noah Hasler, seorang perias jenazah profesional yang punya obsesi nggak biasa terhadap kematian. Dan trust me, dari premisnya aja udah berasa kayak masuk lorong rumah duka jam 2 pagi: sunyi, dingin, tapi bikin penasaran setengah mati.
Yang bikin novel ini beda dari thriller lokal lain adalah keberaniannya ngangkat tema nekrofilia dan sisi tergelap psikologi manusia. Tema ini jelas bukan buat semua orang, tapi justru di situlah daya tariknya. Ririn Ayu berhasil ngebangun atmosfer yang gloomy dan mencekam tanpa terasa lebay. Setiap halaman kayak dibungkus kabut abu-abu yang bikin pembaca nggak nyaman, tapi juga nggak bisa berhenti baca.
Karakter Noah juga ditulis cukup kompleks. Di satu sisi dia creepy, di sisi lain pembaca dibuat ngerti alasan di balik obsesinya. Kehadiran Christabel jadi pemicu yang bikin cerita makin panas. Dinamika mereka tuh kayak api ketemu bensin: tegang, aneh, tapi susah diabaikan. Alurnya memang kadang terasa cepat, terutama perkembangan karakter Noah, tapi overall masih seru buat diikutin sampai akhir.
Gaya penulisan Ririn Ayu sendiri ringan dan emosional, jadi meskipun topiknya berat, novel ini tetap gampang diikuti. Ada banyak momen yang bikin merinding sekaligus mikir, terutama soal batas moral, trauma, dan cara manusia memandang kematian. Novel ini bukan tipe bacaan yang bikin nyaman, tapi justru itu kekuatannya. Sangat cocok bagi para pecinta novel genre CTM (crime, thriller dan mystery).
Dapatkan novel The Mortician by Ririn Ayu dengan diskon 25% hanya DISINI

