Apakah Menantea Bangkrut? Ini Fakta di Lapangan!

1 min read

Apakah Menantea Bangkrut Ini Fakta di Lapangan!

Berikut ini penjelasan apakah Menantea Bangkrut berdasarkan fakta di Lapanan. Menantea adalah sebuah usaha franchise minuman kekinian berbasis teh buah yang didirikan oleh Jerome Polin bersama kakaknya, Jehian Panangian Sijabat. Brand ini diluncurkan pada 10 April 2021 dan berkembang cepat di Indonesia, dengan konsep minuman teh fusion yang menyasar generasi muda.

Menantea dijalankan di bawah PT Teh Ramen Indonesia dan sejak awal menawarkan dua skema waralaba (standar dan autopilot) dengan investasi sekitar Rp125–Rp175 juta tergantung paket kemitraan yang dipilih.

Apakah Menantea Bangkrut?

Hingga informasi terbaru, tidak ada laporan resmi (dari pengadilan, lembaga pemerintah, atau BEI/OJK) yang menyatakan bahwa Menantea dinyatakan bangkrut secara hukum atau masuk dalam proses likuidasi. Status hukum perusahaan tetap aktif, dan usaha itu masih dikenal memiliki gerai yang beroperasi di berbagai kota di Indonesia.

Artinya, klaim bangkrut secara formal saat ini tidak benar dan lebih bersifat rumor atau asumsi publik di media sosial.

Masalah dan Kritik dari Mitra Franchise

Meskipun tidak bangkrut, Menantea menghadapi kontroversi di lapangan, terutama dari sisi operasional dan pengalaman beberapa mitra franchise:

1. Keluhan Mitra soal Keuntungan & Penjualan

Beberapa mitra yang berbagi pengalaman di media sosial menyatakan bahwa outlet mereka hanya menjual 5–belasan produk per hari, bahkan setelah mengeluarkan modal investasi cukup besar (ada yang menyebut sampai Rp400 juta) sehingga mereka merasa tidak mendapatkan keuntungan yang sesuai harapan.

Ada juga yang menyebutkan bisnis ini dianggap scam karena ketidakpuasan itu, memicu viral di Twitter dan platform lain.

Namun perlu dicatat bahwa keluhan ini belum terbukti secara hukum sebagai penipuan, dan sejauh ini Jerome Polin ataupun pihak manajemen Menantea tidak ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

2. Upaya Klarifikasi Manajemen

Jehian Panangian (co-founder) pernah melakukan pertemuan dengan perwakilan mitra untuk membahas kondisi penjualan, perbaikan sistem, dan masukan terhadap manajemen. Ini menunjukkan ada dialog antara pihak manajemen dan mitra terhadap isu yang muncul.

Performa Brand di Pasar

1. Jumlah Outlet dan Penyebaran

Pada masa kejayaannya, Menantea berhasil membuka lebih dari 173–200 outlet di puluhan kota di Indonesia.

2. Brand Awareness yang Masih Ada

Meski mengalami isu, akun resmi dan pengikut di media sosial tetap cukup banyak dan banyak outlet Menantea yang masih beroperasi sampai sekarang.

Artinya, brand ini belum lenyap total atau ditutup secara besar-besaran hanya beberapa gerai mungkin tutup karena performa kurang baik, seperti halnya banyak bisnis franchise lainnya.

Mengapa Isu Bangkrut Muncul?

Beberapa faktor yang memicu rumor ini antara lain:

  • Pengalaman negatif sebagian mitra, yang merasa return on investment kurang sesuai proyeksi.
  • Viral di media sosial, di mana cerita mitra dibesar-besarkan dan dianggap mewakili seluruh jaringan.
  • Persepsi umum tentang franchise F&B kekinian, di mana banyak yang gagal atau tutup karena persaingan ketat, bukan karena bangkrut secara legal.

Jadi, sebagian besar klaim soal bangkrut lebih merupakan asumsi publik dan pengalaman subjektif mitra tertentu, bukan keputusan formal dari otoritas atau bukti kinerja korporasi.

Singkatnya Menantea tidak bangkrut, tetapi menghadapi isu operasional dan pengalaman negatif beberapa mitra franchise. Perusahaan masih aktif, namun performa outlet beragam dan ada kritik yang signifikan dari sebagian mitra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *